Demam Thomas-Uber Cup 2008

Senin, 12 Mei 2008. Hari yang Indah… setelah berjuang keras untuk menang kemarin, hari ini tim Thomas dan Uber Indonesia membuktikan melibas tim lawan di kualifikasi, masing2 dengan skor 5-0!

HOREEEEEEEEEE!!!!!!!!!!!

Seneeeng banget.. It’s been a loooong time since I had this much fun watching a sport game! I watched the game at home from my television screen, but still I yelled and scream like I was there on the field. Screaming “INDONESIA”..clap..clap..clap..clap..clap! It’s ridiculous but the whole nation was doing it!

Di satu sisi, hingar bingar Thomas dan Uber Cup ini sangat positif terhadap rasa nasionalisme penduduk Indonesia. Sudah lama sekali rasanya, sejak terakhir kali kita sebagai bangsa bersorak dan berdoa mendukung negara dalam suatu event Internasional. Berbagai macam masalah yang melanda negeri ini, termasuk masalah ekonomi yang tak kunjung reda memang mengikis rasa bangga dan nasionalisme kita terhadap Negara tercinta Indonesia. Apalagi beberapa tahun ini penurunan performansi Indonesia tidak hanya secara ekonomi, tapi di bidang olahraga bisa dibilang juga menurun prestasinya.

Masih ingat rasanya saat aku SD, Indonesia merajai Sea Games, menduduki peringkat no 1 sebagai pengumpul medali emas terbanyak. Indonesia bisa merebut dan mengawinkan Piala Thomas dan Uber, serta meraih medali emas bulutangkis tunggal Putra dan putri di Olimpiade. Indonesia disegani di Asia Tenggara, tidak hanya secara ekonomi, tapi juga prestasi di Olahraga dan Musik (melalui event Asia Bagus, masih ingat??). Rasanya bangga sekali jadi warga Negara Indonesia. Hhmmmm…masa lalu yang Indah.

Tapi lewat piala Thomas dan Uber 2008 ini, aku jadi teringat kembali tentang masa lalu itu. Dan terbesit juga harapan, bisakah kita mengembalikan kejayaan masa lalu? Mungkin ini cara yang efektif untuk mengembalikan kebanggaan dan nasionalisme bangsa, terutama kaum muda, terhadap Indonesia. Kita butuh lebih banyak Quick Win sebagai bangsa, dalam olahraga, musik, kompetisi ilmu pengetahuan..apa saja. Kemenangan-kemenangan kecil, tapi banyak, frekuensinya sering, serta terekspos media. Mungkin dengan begitu, sedikit demi sedikit nasionalisme dan kebanggaan yang dulu rasanya selangit bisa terpupuk kembali. Karena prestasi menimbulkan rasa bangga, rasa bangga menimbulkan semangat, semangat menimbulkan motivasi untuk meraih mimpi..mimpi untuk bisa berprestasi dan menjadi sejajar, bahkan lebih dari bangsa lain. It’s a domino effect!

Our Glorious Past can once again be our Future.. and that future will be a thousand times better, by knowing that we have conquered hard times and came back victorious.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s