Pengalaman di pagi hari, 1 Syawal 1429 H

Akhirnya… Lebaran tiba! Alhamdulillah. 🙂
Di hari pertama Lebaran, seperti biasanya, gw sekeluarga selama 3 tahun terakhir selalu   shalat Ied di Mesjid Istiqlal Jakarta. Awalnya sih karena kita sekeluarga ga mudik, stay di Jakarta aja, ya pengennya shalat Ied itu dibuat agak special dari yang biasanya. Jadi Nyokap milih pergi shalat ke Istiqlal, karena selain merupakan mesjid terbesar di Jakarta (masih terbesar ga ya sekarang? Lupa. ;p), Istiqlal merupakan satu-satunya tempat dimana kita bisa shalat berjamaah dengan orang no 1 di Indonesia (baca: SBY). Siapa tau bisa masuk tipi..hehe.. ;p

Walaupun awalnya kita pergi shalat Ied ke Istiqlal just for the fun of it, tapi setelah nyobain shalat Ied sekali di sana, kita sekeluarga jadi ketagihan. Istiqlal memang memiliki aura “megah” yang sontak menimbulkan rasa kagum terhadap Allah sebagai pencipta Alam semesta. Berada di dalam Istiqlal saja rasanya membuat gw merasa kerdil, apalagi kalau membayangkan berada di Masjidil Haram atau di tengah-tengah alam semesta? Waahh..benar-benar merasa diri itu keciiil banget dan ga ada artinya. Selain itu, hadirnya orang no 1 di Indonesia dalam shalat berjamaah di sana menjadi jaminan Imam dan Khatib yang memimpin shalat pastilah wahid! Bacaan shalat dan intonasi Imam bener2 membuat terhanyut bahkan dapat membuat kita menitik kan air mata. Pokoknya TOP BGT lah. 🙂

Anyway, di pagi 1 Syawal 1429 H yang lalu, seperti biasa kita merencanakan untuk pergi shalat Ied ke Istiqlal. Btw, untuk bisa shalat Ied di sana itu butuh perjuangan loh.. Bayangkan, jam 3 pagi kita sekeluarga udah bangun dan jam 4 teng! harus berangkat. Karena ga maen-maen, jam 5 mesjid sudah penuh dengan jamaah. Lewat dari jam 5, lantai 2-4 mesjid mulai dipenuhi jamaah, dan kalau baru sampai Istiqlal setelah jam 6, siap-siap untuk shalat di luar masjid, alias di koridor dan lapangan, karena mesjid udah penuh Bo! Kabarnya jamaah sudah ada yang datang dari jam 3 pagi di mesjid untuk bisa dapat shalat di urutan depan. Maklum, banyak masyarakat yang pengen bertatap muka langsung dengan SBY, kalau shalat di urutan tengah mah..cuma bisa liat SBY lewat beberapa tv plasma yang dipasang di pilar-pilar mesjid.

Jadilah jam 4.30, kami sekeluarga sudah sampai di Istiqlal. Dapet tempat di saf tengah, Alhamdulillah. Kemudian, seperti tahun-tahun sebelumnya, kami shalat Subuh di sana, Shalat Sunnah, baca Quran, dan takbir sambil menunggu waktu shalat Ied tiba. Shalat Ied biasanya dimulai jam 07.00 pagi, diikuti dengan ceramah dari khatib. Jam 07.30 biasanya shalat Ied sudah selesai.

Cukup lucu juga sih, mengamati tingkah laku orang-orang di masjid. Karena kebanyakan sudah menunggu dari jam 5 pagi, ga jarang ditemui jamaah yang ketiduran (atau malah sengaja tidur) sambil menunggu. Walaupun agak2 ngantuk, tapi gw sih memilih untuk tidak tidur..karena ntar batal wudhunya. ;p Tapi yang paling ”unik” walaupun bagi gw cukup menyebalkan adalah kehadiran tukang foto keliling yang sibuk cari pelanggan. Bukan apa2, masalahnya tukang-tukang foto itu gak malu-malu untuk berkeliling di antara saf-saf akhwat (jamaah perempuan)..padahal kan mereka laki-laki. Ntar kalo kesenggol, bisa batal kan wudhu kita! Memang, shalat Ied di istiqlal mungkin merupakan hal yang special bagi banyak orang sehingga ingin diabadikan, tapi apa ga bisa menunggu sampai setelah shalat selesai? Hebatnya lagi, sekarang mereka tidak pake polaroid, tapi pake kamera digital. Beberapa saat setelah mengambil foto, mereka bisa kembali mengantarkan hasil yang sudah dicetak. Berarti kan ada fasilitas terpasang (komputer dan printer) di lokasi mesjid sehingga mereka bisa melakukan upload dan cetak, ya kan? Berarti sepengetahuan pengawas mesjid dooong??? Yah, mungkin itu PR untuk para pengawas mesjid di Istiqlal lah ya.. semoga ada perbaikan di tahun-tahun mendatang.

Well, jam 7 tepat, SBY dan JK biasanya baru tiba di Mesjid. Sontak saja semua jamaah langsung berdiri..pengen liat.. Ntah kenapa ya, padahal kalo mereka tetap duduk dengan rapi, pastilah semuanya juga bisa kebagian  ngeliat kan? Beberapa menit kemudian shalat Ied langsung dimulai. Nah, ini niih.. my favourite part of all. Imam shalat kali ini bener-bener luar biasa..intonasi bacaannya bener-bener mirip dengan Imam di Masjidil Haram. Baguus banget. Cuma sayang, ceramah dari Menteri Agama kali ini kaya baca pidato. Jadi bagi gw sih kurang mengena.  Jam 07.30, SBY dan JK meninggalkan mesjid dan jamaah kemudian bubar. Biasanya kesempatan ini dipakai untuk foto-foto sekeluarga, gw juga ga ketinggalan doong. ;p Abis itu pulang deehhh.. Shalat Ied yang menyenangkan! 

Tapi sayang, ada peristiwa yang cukup menyedihkan di Istiqlal beberapa saat setelah kita pulang. Ada orang yang melompat dari lantai 5 mesjid untuk bunuh diri. Di berita disebutkan alasannya karena kesepian di hari Lebaran akibat tidak punya sanak saudara lagi. Aduuh..kok ya ngenes banget. Jadi membuat gw semakin bersyukur masih memiliki keluarga tercinta di Lebaran ini.

Ok, akhir kata. Happy Eid Mubarak everyone!
Minal Aidin wal Faidzin. Mohon Maaf Lahir Batin.
Semoga berkah Allah selalu menyertai kita di hari-hari berikutnya dan kita diberi kesempatan untuk bertemu lagi dengan Ramadhan tahun depan. Amien.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s