Euforia Tim Nasional Indonesia

Baru aja nonton acara Metro TV tentang “Nasionalisme 2×45 Menit”. Di situ ada dianalisa tentang Euforia Timnas yang terjadi di Indonesia, pasca turnamen sepakbola AFF Cup 2010. Bagi yang belum tau (red:kemane aje? :P), performa tim sepakbola Indonesia yg mengesankan di AFF Cup 2010 benar-benar membangkitkan nasionalisme bangsa dan popularitas sepakbola Indonesia di mata masyarakat, bahkan dinilai menimbulkan semacam euphoria dimana Timnas Indonesia diperlakukan bak superstar oleh rakyat dan media. Bagi saya hal ini pun sangat membanggakan. Untuk pertama kali setelah sekian lama, rakyat Indonesia bersatu padu mendukung Timnas Indonesia atas nama Nasionalisme. Luar Biasa!

Ada analisa yang cukup menggelitik hati di acara Metro TV tadi. Disebutkan bahwa Euforia terhadap Timnas Indonesia ini terjadi karena masyarakat Indonesia sudah haus akan figure pahlawan yang bisa dijadikan role model di tengah-tengah bobroknya moral yang ditunjukkan oleh pemimpin dan elit politis saat ini. Ini memang penyakit bangsa Indonesia menurut saya. Bangsa kita selalu bertumpu pada figur, selalu mencari sosok untuk dijadikan panutan. Saat sosok tersebut melakukan kesalahan layaknya manusia, bangsa kecewa, dan pada akhirnya nasionalisme menguap begitu saja. Saat terjadi hal yang tidak sesuai harapan, sosok atau lembaga yang disalahkan.

“Salah Pak Presiden makanya saya tetap miskin, dari lahir ampe tua, ga kaya-kaya”

“Salah anggota DPRD makanya desa kami ga maju-maju”

For me, it is plain WRONG.

Dengan bertumpu pada satu sosok figur, kita menghindari tanggung jawab terhadap apa yang terjadi kepada kita maupun masyarakat sekitar kita. We relieve ourselves from being accountable for what happen to us, to our family, to our nation. And it is WRONG.

Diri kita masing-masing yang seharusnya bertanggung jawab terhadap apa yang terjadi kepada diri kita, kepada masyarakat, kepada bangsa. Individu-individu di Negara ini saling terhubung satu sama lain, membentuk komunitas yang pada akhirnya menjadi bangsa Indonesia. Apa yang terjadi di Indonesia adalah hasil dari puluhan tahun individu di Negara ini bersikap tidak perduli terhadap nilai-nilai hakiki yang dipegang oleh masyarakat yang adil dan makmur, yaitu kejujuran, integritas, dan kasih sayang yang diwujudkan dalam toleransi. WE ARE TO BLAME!

Tentu kita kecewa kalau presiden, aparat, atau politisi tidak melakukan tugasnya sebagaimana mestinya. Bahkan saya tonton di media, ada yang menulis puisi tentang Indonesia berjudul “Negara Para Bedebah”. Kita boleh marah, kecewa, teriak-teriak, but guess what? We put them there on the first place. Our VOTE (or lack of Vote for Golput’ers) put them there, in the government, in DPRD, in DPR, in Istana Negara. So WE ARE RESPONSIBLE. Jadi, Pak Adhie M. Masardi yang nulis puisi tentang “Negara Para Bedebah”, Anda 100% benar, kita semua Bedebah, termasuk juga Anda loh Pak. Udah tau tuh caleg atau capres bedebah kok ya dipilih. Atau udah tau betapa pentingnya PEMILU atau PILKADA kok malah ga peduli dan Golput, terus nanti teriak-teriak protes waktu hak-hak nya tidak dibela. Udah tau korupsi harus diberantas, eh kok masih nyogok?

Saya tidak bilang bahwa control masyarakat terhadap lembaga legislative atau eksekutif itu tidak perlu tapi kita harus sadari bahwa kita, baik langsung maupun tidak langsung, juga punya andil terhadap kekacauan yang terjadi di masyarakat. Berapa banyak dari kita yang menyaksikan korupsi namun diam saja seakan itu hal biasa? Berapa banyak dari kita yang mengeluh tentang kemiskinan tapi malas untuk kerja? Kita bertanggung jawab. That’s why we have to STOP BLAMING and START DOING SOMETHING.

Look around you, see what you can improve and then go out and do it.

YOU are the CHANGE that Indonesia Need.

If you are looking for a role model to look up to, see it in the Mirror.

It’s YOU. So Be One.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s